Jual Hijab

Tetap Syar’i dengan Membeli di Tempat yang Tepat

Berbusana sesuai keimanan dalam Islam sesungguhnya merupakan kewajiban, bukan “sekadar” sunah. Berbeda dari sunah yang bila diamalkan akan berpahala tapi bila tidak dilakukan tidak akan berdosa, wajib hukumnya setara dengan keharusan untuk mendirikan salat lima waktu. Mengenakan pakaian tertutup kecuali tangan dan wajah bagi muslimah mesti dipraktikkan dan tidak bisa diganggu gugat. Bahkan keluar rumah selangkah saja, tiap-tiap muslimah wajib mengenakan jilbab yang menutupi seluruh tubuh.


Tren Berjilbab

Tidak bisa dimungkiri bahwa berhijab sekarang ini menjadi tren di dunia mode. Blog mode bertebaran di dunia maya, dan tidak sedikit yang menyandang tema khusus busana muslimah. Fenomena ini sungguh mengesankan. Pandangan bahwa yang memakai jilbab itu “cuma” ibu-ibu tua, wanita yang sudah menikah, ataupun wanita yang sudah berhaji, yang selama ini menjadi stereotip di Indonesia kini telah bergeser.


Sesuai Syariat

Di Indonesia, tren berjilbab dalam dunia mode setali tiga uang dengan tren berbatik. Sama halnya dengan busana bermotif batik, hijab tidak lagi terkesan kaku dan kolot. Kini, busana muslimah pun mengikuti mode. Tidak dengan variasi yang neko-neko, karena tetap menutup aurat, tidak ketat, serta tidak terbuat dari kain yang transparan. Begitulah adanya bila ingin mengenakan pakaian muslimah yang sesuai dengan syariat yang telah digariskan. Pada kenyataannya, banyak yang sudah kaprah dalam mengenakan jilbab. Berkerudung rapat dengan bawahan yang mencapai mata kaki, tapi memakai atasan lengan pendek yang bahkan tidak sampai siku, atau malahan yang tidak menutupi ketiak. Tren salah kaprah dalam memakai kerudung tapi dengan atasan lengan pendek ini sebenarnya sudah ada selama beberapa waktu di beberapa Negara Asia Tenggara, tapi baru akhir-akhir ini populer di Indonesia Atau, mengenakan kerudung, atasan lengan panjang dengan bawahan yang menutupi tumit, tapi memperlihatkan lekuk tubuh. Ada juga yang berkerudung, atasan dan bawahan tertutup, tidak ketat, tapi bahannya tembus pandang.
Kiat-kiat Memilih dan Mengenakan Hijab

1. Bahan. Ada jenis kain yang identik pada merek tertentu. Tapi, apa pun itu, paling nyaman memang yang berbahan katun dan kaus.
2. Warna. Sebenarnya ada ketentuan yang mengatur soal warna. Bahwa sebaiknya semua umat Islam—baik wanita maupun pria—tidak mengenakan warna yang terlalu ngejreng.
3. Motif. Beragam motif kini tersedia. Bahkan ada kerudung dengan motif batik. 4. Aksesori Bila mengenakan model kerudung bertumpuk, disarankan untuk tidak menyematkan aksesori yang berukuran raksasa. Kesalahkaprahan biasanya terjadi karena menganggap bahwa bila aksesorinya mungil, akan kalah dari kerudung yang sudah bertumpuk-tumpuk, dan dikhawatirkan aksesorisnya tidak terlihat. Aksesoris besar pada kerudung bertumpuk hanya akan membuat hijabers jadi tampak “tenggelam” dan “terlalu meriah”. Kembali lagi pada ketentuan bahwa muslim tidak seharusnya memamerkan apa pun yang dimilikinya secara berlebihan. Selama masih bisa diterima, sebaiknya tidak mengenakan aksesori yang terlalu mencolok. Segala aturan mungkin dianggap membatasi kegemaran individu tertentu tentang berkreasi, namun bahkan dengan menaati syariah, muslimah toh tetap masih bisa mengekspresikan diri tanpa merasa terpaksa. Lebih dari itu, bila tidak ingin “ikut-ikutan” mode yang salah kaprah, ada baiknya membeli pakaian muslimah yang baik dan benar di pusat jual hijab. Tren mode dalam berjilbab sangatlah bagus, namun tetap harus cermat agar tidak tergiur untuk mengekor tren yang menyesatkan.
Di samping itu, di penjual jilbab, apa pun yang dibutuhkan tersedia secara komplet Tidak hanya disediakan beragam jenis kerudung, namun juga ciput dan berbagai tipe dalaman (rangkapan) kerudung, serta beraneka pemanis dan pelengkapnya.

Top